Minggu, 24 Juli 2011

Tips saat berbelanja baju

Mengaku saja. Sudah berapa kali Anda membeli baju yang akhirnya hanya dipakai satu kali? Atau malah tak pernah dipakai sama sekali dan berakhir sebagai "pajangan" di lemari? Agar hal ini tak terjadi lagi, mari simak empat kiat berikut ini.


1. Jangan terlena produk diskon
Anda mungkin langsung tertarik begitu melihat di butik favorit Anda ada satu rak khusus yang berisi pakaian diskon 70 persen, atau bahkan dengan harga sama rata ("Semua Rp 100 ribu!", misalnya). Tapi ada alasannya baju-baju tersebut masuk rak diskon. Pertama, baju-baju itu sudah ketinggalan zaman. Kedua, itu adalah barang-barang yang tak laku di musim yang lalu, yang artinya tak ada yang mau membelinya.

2. Jangan jadi korban mode
Semua tahu bahwa tren mode cepat sekali berganti. Di waktu tertentu, jaket bulu mungkin jadi tren yang banyak diikuti, tapi enam bulan kemudian bisa jadi jaket itu malah dianggap konyol. Jadi sebelum membeli baju dengan model yang sedang "ngetren", pastikan bahwa baju tersebut masih bisa Anda pakai saat sudah tak ngetren lagi.

3. Jangan belanja buru-buru
Sebelum membayar ke kasir, pikirkan baik-baik apakah Anda membeli pakaian yang tepat. Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini pada diri Anda sendiri:
- baju ini bisa dipadukan dengan tas/sepatu/rok/cardigan yang mana saja?
- baju ini bisa dipakai ke mana saja?
- baju ini bisa dipakai untuk acara apa saja?
Jika Anda tak yakin dan jawaban yang terpikir hanya, "Siapa tahu nanti butuh," itu artinya Anda sebenarnya tak begitu perlu.

4. Hindari "one-time-dress"
Anda diundang ke suatu acara yang dresscode-nya baju era tahun 80'an, lalu Anda memutuskan membeli leggings berwarna pink metalik. Padahal setelah acara selesai, leggings itu tak pernah Anda pakai lagi sama sekali.

5. Belilah sesuai ukuran
Terkadang kita memaksakan membeli gaun atau celana jins yang agak kesempitan, dengan harapan berat badan kita akan berkurang bulan depan. Kenyataannya, bisa saja diet Anda gagal dan gaun yang kekecilan itu pun tak nyaman Anda gunakan, sampai akhirnya hanya teronggok tak terpakai di dalam lemari baju.

Trik Pakaian Selalu Terlihat Baru

Bosan terus menerus membeli baju baru karena baju yang lama cepat belel? Atau warnanya pudar dan bahannya jadi melar? Mungkin ini akibat cara mencuci dan menyimpan yang salah. Agar baju terlihat senantiasa baru, ini triknya.


1. Jangan terlalu sering dicuci
Jika baju bersih hanya dipakai selama 2-3 jam dan tak terkena kotoran atau keringat, tak usah langsung dicuci. Gantung dan angin-anginkan saja. Proses pencucian dan pengeringan bisa mempengaruhi kualitas bahan pakaian.

2. Jangan pakai deterjen murahan
Deterjen murah memang membuat belanja bulanan jadi lebih hemat. Tapi budget belanja pakaian akan membengkak karena warna pakaian jadi cepat memudar. Berinvestasilah pada produk deterjen yang berkualitas. Atau gunakan cara natural: sebelum mencuci baju, rendam selama 10-15 menit di dalam bak berisi air yang sudah dicampur 2 sendok makan cuka. Ini berfungsi untuk menahan warna agar tak mudah luntur.

3. Pisahkan cucian
Ibu Anda mungkin sudah mengajari sejak dulu untuk memisahkan pakaian berwarna dengan pakaian putih. Namun akan lebih baik jika kita memisahkan cucian ke dalam 4 tipe:
- pakaian berwarna putih
- pakaian berwarna gelap (hitam, biru tua, coklat tua)
- pakaian berwarna cerah (pink, merah, kuning, dan warna-warna pelangi lainnya)
- pakaian lembut (yang harus dicuci dengan tangan seperti pakaian dalam, lingerie sutra, bikini, dan sebagainya)

4. Gunakan MSG untuk menghilangkan noda
Noda darah, minyak, minuman, dan makanan seringkali sulit dihilangkan dari pakaian. Trik untuk menghapusnya adalah dengan merendam pakaian di dalam air yang sudah dibubuhi satu sendok teh MSG alias vetsin. Setelah itu, cucilah seperti biasa.

5. Jangan bergantung pada mesin pengering
Meski memudahkan bagi kita, ada baiknya sesekali tinggalkan mesin pengering. Bahan pakaian yang dikeringkan secara alami akan lebih tahan lama dibanding yang selalu dimasukkan ke mesin pengering.

hal-hal yang mengurangi kesegaran alami wajah

Pernahkah Anda terbangun dan melihat wajah Anda kusam, kuyu dan tampak letih? Ini adalah masalah yang dialami banyak orang. Mau tahu apa penyebabnya?


Seperti dikutip dari Sheknows, kesegaran alami wajah dapat hilang karena hal-hal berikut.

1. Kurang tidur

Waktu tidur yang kurang akan membuat kulit kekurangan nutrisi sebab ketika kita tidur, kulit menyerap nutrisinya secara maksimal. Jadi semakin sedikit waktu tidur Anda, maka nutrisi yang diserap kulit pun semakin berkurang. Alhasil, wajah akan tampak kuyu dan kering. Selain itu kurang tidur juga menimbulkan masalah lain seperti kantung mata yang bengkak dan menghitam.

2. Stres

Stres dapat mempengaruhi tubuh dan pikiran seseorang. Secara fisik, stres dapat membuat aliran darah menjadi tidak lancar, sehingga nutrisi yang dibutuhkan kulit pun tidak tersebar merata. Alhasil kulit menjadi tidak sehat. Mengatasi stres bisa dengan melakukan banyak hal. Misalnya berolahraga, yoga, atau melepas penat dengan berlibur. Badan sehat, kulit pun menjadi cantik.

3. Diet tidak seimbang

Diet sembarangan akan membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. Kulit pun tak mendapatkan nutrisi yang ia perlukan setiap hari. Alhasil kulit Anda menjadi tidak sehat. Untuk memenuhi nutrisi kulit, santaplah aneka sayuran dan buah berwarna cerah seperti hijau, merah dan oranye. Buah dan sayur tersebut mengandung banyak vitamin dan mineral untuk kulit. Kurangi menyantap garam dan makanan yang berlemak agar kulit terlihat cerah. Tak disarankan juga mengkonsumsi banyak kopi juga alkohol, karena dapat mengurangi kesehatan kulit yang alami.